Newbie Belajar Akuntansi


Monday, April 28, 2014

Pengertian Penyusutan Aset Tetap dan Penerapannya


Pengertian Penyusutan Aset Tetap dan Penerapannya - Aset tetap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun (satu periode akuntansi). Semua jenis aset tetap, kecuali tanah, akan makin berkurang kemampuannya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya kemampuan ini adalah karena pemakaian, keausan, ketidakseimbangan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta dan ketetinggalan teknologi.

Berkurangnya kapasitas berarti berkurangnya nilai aset tetap yang bersangkutan. Hal ini perlu dicatat dan dilaporkan. Pengakuan adanya penurunan nilai aset tetap berwujud disebut penyusutan (depresiasi / depreciation).  Penyusutan dapat dihitung tiap-tiap bulan atau ditunda sampai dengan akhir tahun.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan / depresiasi adalah:
  • Cost dari aktiva tetap,
  • Umur ekonomis aktiva tetap,
  • Nilai residu, dan
  • Pola penggunaan aktiva tetap.

Jurnal Penyusutan Aset Tetap
Penyusutan aset tetap adalah Beban perusahaan, jurnal untuk mencatat penyusutan aset tetap adalah:

Beban Penyusutan [D] xxxxxxx
Akumulasi Penyusutan [K] xxxxxxx
Ada beberapa metode penyusutan, dan yang lazim dipakai di Indonesia adalah Metode Garis Lurus (Straight Line Method), Metode Unit Produksi (Unit Production Method) dan Metode Saldo Menurun Ganda (Double Decline Method)

Metode Garis Lurus
Metode garis lurus menghasilkan jumlah beban penyusutan yang sama setiap tahun sepanjang umur manfaat suatu aset tetap. Cara menghitung metode garis lurus adalah:
(HARGA PEROLEHAN – NILAI SISA) / UMUR

Contoh:
Pada 1 Mei 2013 PT ABC membeli bangunan kantor senilai 15.000.000.000, masa manfaat (umur ekonomis) ditaksir selama 15 tahun, tanpa nilai sisa.

Harga perolehan: 15.000.000.000
Umur ekonomis: 15 tahun
Nilai sisa: 0
Penyusutan per tahun: (15.000.000.000 – 0) / 15 = 1.000.000.000
Penyusutan per bulan: 1.000.000.000 / 12 = 83.333.333,33

Maka, pada 31 Desember 2013, PT ABC akan mencatat penyusutan sebesar:
1 Mei s/d 31 Desember 2013 adalah 8 bulan, sehingga beban penyusutan sebesar:
8 x 83.333.333,33 = 666.666.666,66

Metode Unit Produksi
Metode ini dipakai jika pemakaian aset tetap bervariasi. Masa keguanaan aset dinyatakan dalam unit kapasitas produktif, seperti jam atau mil. Kemudian jumlah beban penyusutan untuk setiap periode akuntansi ditentukan dengan mengalikan unit penyusutan dengan jumlah unit yang diproduksi atau digunakan selama periode tersebut.
Contoh:
Pada 1 Mei 2013 PT ABC membeli mesin produksi seharga 100.000.000, masa manfaat ditaksir 20.000 jam operasi, nilai sisa 10.000.000.

Harga perolehan: 100.000.000
Umur ekonomis: 20.000 jam
Nilai sisa: 10.000.000
Penyusutan per jam: (100.000.000 – 10.000.000) / 20.000 = 4.500/jam
 Jika sampai 31 Desember 2013 pemakaian adalah 8.000 jam kerja, maka beban penyusutan adalah sebesar: 8.000 x 4.500 = 36.000.000

Metode Saldo Menurun Ganda
Metode saldo menurun menghasilkan beban periodik yang terus menurun sepanjang estimasi umur manfaat aset. Untuk menerapkan metode ini, tarif penyusutan garis lurus tahunan terlebih dahulu harus digandakan.

Sebagai contoh tariff penyusutan saldo menurun atas suatu aset yang memiliki estimasi umur manfaat 5 tahun adalah 40% yaitu dua kali tarif garis lurus sebesar 20% (100/5x100%).

Untuk tahun pertama, biaya aset dikalikan dengan tarif saldo menurun. Setelah tahun pertama,  nilai buku (book value) yang menurun (biaya dikurangi akumulasi penyusutan) dikalikan dengan tariff yang dimaksud. Sebagai contoh, penyusutan saldo menurun tahunan atas suatu aset yang memiliki umur manfaat 5 tahunan, harga perolehan 100.000.000 nilai sisa 5.000.000;

metode saldo menurun

Perhatikan bahwa pada saat perusahaan menggunakan metode saldo menurun, estimasi nilai sisa tidak diperhitungkan dalam penentuan tarif penyusutan. Nilai sisa juga diabaikan dalam penghitungan periode penyusutan. Namun aset tidak boleh disusutkan melampaui estimasi nilai sisa. Dalam contoh di atas,estimasi nilai sisa adalah 5.000.000. Jadi penyusutan tahun ke-5 adalah 7.960.000 yaitu 12.960.000 dikurangi 5.000.000, jika tidak ada nilai sisa, maka harus dihabiskan sehingga penyusutan di tahun terakhir adalah sebesar 12.960.000.

Pengertian Penyusutan Aset Tetap dan Penerapannya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Danang Widi

2 comments:

  1. Untuk mendapatkan nilai, nilai sisa tiu gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nilai sisa ditentukan berdasar penilaian/kebijakan masing2 manajemen perusahaan.

      Delete